Senin, 09 Desember 2013

Aku hanya....

Dulu, saat hubungan spesial itu berakhir, aku ingin pamit dari sosokmu, menjauh dari kehidupanmu. Aku terlalu takut untuk dekat walaupun hanya dengan bayanganmu. Cukuplah hubungan kita sebatas 60 hari itu saja. Tapi, kau menyuruhku untuk tetap tinggal di sampingmu, meski kita tak ada ikatan apa-apa lagi. Kau memintaku untuk tinggal sebagai sahabatmu. Dan akhirnya, hubungan kita ternyata lebih dari 60 hari itu. Banyak waktu, kisah dan rasa yang telah kita lewati bersama. Dan, aku merasa sangat dekat dan dekat terhadapmu. Berusaha menjadi sahabat yang baik, yang selalu mengerti keadaanmu, yang selalu ada saat kau membutuhkanku. Dan aku merasa, aku ini rumahmu.

Hingga pada suatu malam, kau mampir ke rumah yang lain. Dan dia itu temanku. Kau berkeluh kesah tentang hidupmu. Perjalanan hidup kalian kurang lebih sama. Hingga ada suatu kata yang membuatku tercengang dan berdampak pada kesakitan hatiku, "Dia tak mengerti".

Ahh, ada rasa yang menusuk-nusuk hatiku. Sakit sekali. Benar-benar menyesakkan. Dan aku benci keadaan ini. Aku berusaha menyampaikan segalanya kepadamu, tetapi kamu malah salah paham. Dan sekarang, sikapmu berubah. Kau dingin, tak selembut dulu, tak seperhatian dulu. Aku benar-benar tersiksa.

Kau tau, aku bukan marah. Andai kau bisa merasa, dibalik semua kemaranku itu, ada rasa cemburu. Aku cemburu kau mengunjungi rumah yang lain. Aku cemburu... 
Apa aku tak lagi membuatmu nyaman??
Apa aku tak mampu lagi menjadi rumahmu??
Apa aku memang tak mengerti terhadap keadaanmu selama kita bersama??
Kenapa ini terjadi ketika rasa ini menguat??
Kenapa tak dari dulu saja aku pergi dan menolak keinginanmu itu..

Aku masih berharap kau kembali,,
Kembali ke rumah lamamu...
Sangat berharap kau kembali seperti dulu..






Tidak ada komentar:

Posting Komentar