Kacauu ini nih..
Baru awal aja, udah terseok seok menyelamatkan hati. Sosok sepertimu sangat potensial membuat aku suka, kagum dan cinta. Apalagi aku ini merupakan orang yang mudah suka terhadap laki-laki yang bisa membuat keadaan nyaman.
Sekali lagi, aku harus bisa membentengi hati. Aku harus mampu bertahan. Aku harus ingat bagaimana rasa sakitnya berusaha melupakan seseorang yang disayang. Semua keadaan ini, tak boleh gegabah aku artikan. Aku tak boleh tergesa-gesa menyimpulkan. Aku harus selektif akan semua sikap, tindakan, maupun kata-katanya.Aku harus meyakini bahwa ini semata-mata profesionalitas kerja, serta aku harus berpikir bahwa dunianya lebih baik daripadaku. Jadi mungkin aku tak pantas untuknya.
Yaah, kamu,, pasangan satu kepentingan, yang tak sengaja dipasangkan denganku untuk bekerja selama satu tahun kedepan. Aku benar-benar tak menyangka. Dan ternyata kamu orang yang semakin hari semakin care, membuatku nyaman, sesekali merindukanmu dan mampu buatku tersenyum kala mengingat segala waktu yang kita lewati bersama. Ahh,, sudah sudah.. Aku harus ingat bahwa orang-orang yang berada disekitarmu, wanita-wanita yang berada disekelilingmu, di lingkunganmu jelas jauh 1000x lebih baik daripada aku. aku tak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Sosok-sosok sholehah, berhijab, santun, kalem. Sedangkan aku, ceroboh, ceplas-ceplos, suka sembarangan, tak memiliki wibawa, masih suka keluar malam dan tak terlalu memiliki batas dengan para cowok.
Bukannya aku tak ingin berubah, tapi aku sedang berusaha berubah perlahan-lahan. apalagi mendengar kata-katamu yang sempat mengejutkanku hari ini dan beberapa hari kemarin. Kamu menyuruhku memakai rok dan berubah dalam waktu 3 bulan dan akhirnya tercetus kata "pakailah hijab". Ya Allah, kamu benar-benar menjadi godaan terberat hatiku karena kata-katamu itu.
Sudah sudah, tak perlu gede rasa, itu mungkin sudah diatur oleh para senior dan kamu yang diutus menyampaikannya karena saat ini kamu yang berada dekat denganku. Aku tak boleh gede rasa.
Saat awal tahun kemaren, aku memang pernah berdoa untuk didekatkan dengan sang jodoh dan minta diberikan suatu pertanda. Namun, aku tak bisa gegabah dan tergesa-gesa mengartikan ini ada hubungannya dengan doaku.
Semoga aku kuat :)