----Lanjutan dari Part 1----
Saya sudah merencanakan untuk menginap di Losmen Arthawan selama berada di Bali karena rekomendasi blog blog para backpacker. Benar saja, losmen ini gampang dicari, lingkungannya bersih, kamarnya pun nyaman meskipun cuma Rp. 100.000/permalam untuk dua orang. Malam itu, saya langsung menyewa sepeda motor untuk keesokan harinya dengan biaya Rp. 50.000/12 jam. Karena begitu kelelahan dengan perjalanan, kami dengan mudah terlelap.
Keesokan harinya, kami bangun pagi-pagi. Lalu berjalan-jalan keluar losmen. Dan ternyata lsmen Arthawan sangat dekat dengan monumen Bom Bali. Suasana di jalan Legian masih belum begitu rame. Pub, diskotik, cafe banyak yang belum buka. Jam 08.00 kami mendapat fasilitas sarapan dari losmen. Roti tawar plus telor dadar ditambah pisang yang sudah dipotong potong. Yaa, sebandinglah dengan tarif kamar segitu. Setelah sarapan, kami langsung menyiapkan perbekalan untuk jalan-jalan. Dengan motor sewaan, kami menuju Bali Selatan. Kuta, GWK (depannya aja), Pantai Pandawa, Pantai Uluwatu dan Pantai Padang-padang. Itulah tempat yang kami singgahi. Bali siang itu sangat panas. Yang paling membuat saya takjub adalah Pantai Pandawa. Begitu indah. Masya Allah... Meskipun panas begitu menyengat, kami tetap semangat.
Namun, sore hari Bali diguyur hujan deras, angin kencang. Untung saja saat itu kami berada di pusat oleh oleh Krisna. Recommended banget tempat ini. One stop shopping. Kalo soal belanja, selalu semangat.. hahaha
Menjelang maghrib, akhirnya hujan berhenti dan kami memutuskan untuk pulang karena takut terjebak macet di Kuta. Setelah berputar putar, akhirnya sampai juga di losmen. Langsung deh membersihkan diri dan istirahat. Malam itu, kami hanya di losmen karena kecapekan. Mungkin banyak yang bilang, rugi banget berada di Bali, tapi nggak jalan jalan malam di seputaran Kuta-Legian. Tapi jujur, saya kurang suka dengan keadaan Kuta-Legian pada malam hari. Bukan sesuatu yang istimewa bagi saya.
Malam itu, kami berdiskusi dan akhirnya memutuskan untuk pulang keesokan harinya. Kami pun menghubungi agen bus Mila jurusan Banyuwangi-Jogja untuk menanyakan jadwal keberangkatan. Dan bus terakhir berangkat jam 16.00
Keesokan harinya, setelah sarapan, kami langsung check out. Untuk menuju ke terminal Ubung, kami harus jalan kaki sekitar 15 menit ke depan pasar raya Kuta untuk naik angkot ke terminal Tegal. Akhirnya muncullah si angkot biru menuju terminal tegal dengan biaya Rp. 6.000. Setelah itu, kami naik angkot lagi menuju ke terminal Ubung. Tapi di sini kami mendapat zonk. Bukannya kami di turunkan di terminal, tapi kami di turunkan di sebuah gang dan sudah ada bus jurusan Denpasar-Jember yang menunggu. Alasan mereka karena busnya nggak masuk terminal. Jadi apa gunanya terminal kalo bus nggak boleh masuk. Jelas jelas malam kemarin kami melihat banyak bus yang parkir di terminal Ubung. Saya memberi ongkos Rp. 12.000 untuk 2 orang, tapi sopir angkotnya minta Rp. 20.000. Ahh, benar benar sial. Tak ada pilihan lain karena kami sudah di kerubuti oleh calo calo akhirnya kami naik bus Dahlia itu dengan tarif Rp. 85.000.
Menempuh perjalanan 5 jam, kami turun di Banyuwangi. Di sini juga kena zonk. kami mintanya turun di depan garasi Mila, eh malah di turunin di garasi lama. Alhasil, kami menunggu sekitar 1 jam, sambil telpon-telponan dengan petugas loket untuk memberitahukan keberadaan kami. Syukurlah bus Mila yang ditunggu-tunggu muncul. Lega sekali.. Bus ini sangat nyaman, sopir dan kernetnya juga ramah. Tarifnya untuk sampai di Bangil Rp. 50.000, kalo lanjut solo Rp.100.000, kalo jogja Rp. 115.000.
Pukul 00.30, saya mendarat dengan selamat di Bangil. Alhamdulillah...
Pesan dan kesan :
1. Overall, saya puas dengan trip ini. Banyak pengalaman yang saya dapat dari trip ini
2. KALO BISA JANGAN BACKPACKERAN CUMA BERDUA APALAGI CEWEK CEWEK BERJILBAB SEPERTI KAMI. PALING NGGAK, ADA COWOK YANG MENDAMPINGI.
3. LEBIH ENAK MENGENDARAI KENDARAAN PRIBADI UNTUK MENUJU KE BALI, YA UNTUK MENGHINDARI KEJADIAN ZONK DAN TIPU TIPU SEPERTI YANG SAYA ALAMI.
Sekian pengalaman trip backpacker saya.. Annyeong...
Rincian biaya transportasi Denpasar-Bangil :
1. Angkot (menuju Tegal) Rp. 6.000
2. Angkot (menuju Ubung) Rp. 10.000
3. Bus (Ubung-Banyuwangi) Rp. 85.000
4. Bus (Banyuwangi-Bangil) Rp. 50.000
Jumlah Rp 151.000
Rincian biaya masuk tempat wisata dan akomodasi selama di Bali :
1. Sewa motor Rp. 50.000
2. Sewa penginapan Rp. 200.000
3. Parkir Kuta Rp. 2.000
4. Pantai Pandawa Rp. 8.000
5. Parkir Pantai uluwatu Rp. 3.000
6. Parkir Pantai Padang-padang Rp. 3.000
7. Pantai Padang-padang Rp. 5.000
8. Makan, jajan, oleh2 Rp. 150.000
Jumlah Rp. 376.000
Luapan Rasa Yoshita
Sudah lebih dari 20 tahun berada di dunia dan selalu berusaha untuk bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya. Si Sulung yang selalu merindukan hangatnya kasih sayang ibu yang kini telah berada di sisi sang pencipta :')
Rabu, 30 Maret 2016
Backpacker to Bali (25 Maret 2016) Part 1
Holaaaa...
Assalamualaikum..
Ternyata udahh lama sekali nggak nulis di blog karena keasyikan nulis di si beranda biru.
Entah ini udah ngetrip ke berapa selama saya hidup, tapi untuk yang kali ini beda banget. Beda dari yang sebelumnya.
Sekitar bulan Januari, si adik tingkat yang notabene nya tinggal di Jambi, akhirnya merampungkan kuliah dan meneruskan S2 di Solo. Dia pingin banget ke Bali. Alhasil, dia ngajak saya karena posisi saya yang berada di Jawa Timur. Semuanya diserahkan ke saya. Dan saya jadi pusing sendiri. Banyak browsing-browsing, masuk masuk ke blog nya backpacker, membuat anggaran biaya dan menyusun itinerary selama di Bali.
Singkatnya, 1 minggu sebelum berangkat, saya pesan tiket kereta api di stasiun Bangil-Pasuruan. Saya pesan tiket kereta api Probowangi jurusan Bangil-Banyuwangibaru seharga Rp. 60.000.
Tanggal 25 Maret 2016 pukul 04.30 saya sudah standby di stasiun Bangil, karena jadwal kereta berangkat 05.31. Akhirnya pukul 05.30 kereta api pun berangkat. Selama perjalanan, kereta Probowangi melewati belasan stasiun sampai akhirnya tiba di pemberhentian terakhir yaitu stasiun Banyuwangibaru pukul 11.40. Saya dan Betha (teman saya) beristirahat di mushola stasiun sembari sholat dhuhur dan menjamak sholat ashar. Setelah sholat, saya makan siang di depan pelabuhan Ketapang. Jarak antara stasiun dan pelabuhan Ketapang sangat dekat. Setelah itu, kami memasuki pelabuhan dan membayar tiket Rp.6.000. Setelah menunggu 15 menit, akhirnya kami masuk ke kapal dan berlayar sekitar kurang lebih 1 jam.
Turun dari kapal, banyak sekali calo calo yang menawarkan jasa bus untuk ke Denpasar. Saya memilih bus kecil jurusan terminal Ubung dengan tarif Rp.40.000. Tapi ternyata busnya baru berangkat 2 jam kemudian. Suasana yang panas membuat kami merasa kesal dan dongkol. Pukul 17.00 Wita, busnya berangkat menuju Ubung. Sampai di Ubung pukul 21.00 Wita. Suasana terminal gelap dan banyak tawaran dari ojek, angkot dan taksi. Jam segitu, angkot biasa tidak lagi beroperasi, kalopun ingin menggunakan angkot, sistemnya carter dengan biaya per orang Rp. 40.000. Sempat juga ditawarin taksi Rp.175.000 tapi saya menolak karena tarif normalnya Rp. 100.000 untuk sampai ke Kuta. Karena saya menolak, ada sopir taksi yang nyeletuk ngomong ''buka aja jilbabnya, biar dia dengar''. Ingin rasanya saya menonjok wajah orang itu, tapi untuk apa ngeladeni orang kayak gitu. Anggap aja orang gila. Kami berjalan cepat menjauhi sopir gila itu dan akhirnya menemukan ojek yang menawarkan dengan harga Rp. 40.000 per orang sampai Losmen Arthawan, Kuta. Beruntung saya memilih ojek, karena lalu lintas Kuta sangat macet. Pukul 22.00 saya check in di Losmen Arthawan dengan biaya menginap Rp. 100.000/malam untuk 2 orang.
Ahh lega rasanya bisa sampai di sini dengan selamat, meskipun banyak kejadian tak mengenakkan..
Biaya Transportasi Bangil-Kuta
1. Kereta Api Probowangi Rp. 60.000
2. Tiket ferry Rp. 6.000
3. Bus (Gilimanuk-Terminal Ubung) Rp. 40.000
4. Ojek (Terminal Ubung-Losmen Arthawan) Rp. 40.000
Jumlah Rp 146.000
-----bersambung ke part 2-----
Assalamualaikum..
Ternyata udahh lama sekali nggak nulis di blog karena keasyikan nulis di si beranda biru.
Entah ini udah ngetrip ke berapa selama saya hidup, tapi untuk yang kali ini beda banget. Beda dari yang sebelumnya.
Sekitar bulan Januari, si adik tingkat yang notabene nya tinggal di Jambi, akhirnya merampungkan kuliah dan meneruskan S2 di Solo. Dia pingin banget ke Bali. Alhasil, dia ngajak saya karena posisi saya yang berada di Jawa Timur. Semuanya diserahkan ke saya. Dan saya jadi pusing sendiri. Banyak browsing-browsing, masuk masuk ke blog nya backpacker, membuat anggaran biaya dan menyusun itinerary selama di Bali.
Singkatnya, 1 minggu sebelum berangkat, saya pesan tiket kereta api di stasiun Bangil-Pasuruan. Saya pesan tiket kereta api Probowangi jurusan Bangil-Banyuwangibaru seharga Rp. 60.000.
Tanggal 25 Maret 2016 pukul 04.30 saya sudah standby di stasiun Bangil, karena jadwal kereta berangkat 05.31. Akhirnya pukul 05.30 kereta api pun berangkat. Selama perjalanan, kereta Probowangi melewati belasan stasiun sampai akhirnya tiba di pemberhentian terakhir yaitu stasiun Banyuwangibaru pukul 11.40. Saya dan Betha (teman saya) beristirahat di mushola stasiun sembari sholat dhuhur dan menjamak sholat ashar. Setelah sholat, saya makan siang di depan pelabuhan Ketapang. Jarak antara stasiun dan pelabuhan Ketapang sangat dekat. Setelah itu, kami memasuki pelabuhan dan membayar tiket Rp.6.000. Setelah menunggu 15 menit, akhirnya kami masuk ke kapal dan berlayar sekitar kurang lebih 1 jam.
Turun dari kapal, banyak sekali calo calo yang menawarkan jasa bus untuk ke Denpasar. Saya memilih bus kecil jurusan terminal Ubung dengan tarif Rp.40.000. Tapi ternyata busnya baru berangkat 2 jam kemudian. Suasana yang panas membuat kami merasa kesal dan dongkol. Pukul 17.00 Wita, busnya berangkat menuju Ubung. Sampai di Ubung pukul 21.00 Wita. Suasana terminal gelap dan banyak tawaran dari ojek, angkot dan taksi. Jam segitu, angkot biasa tidak lagi beroperasi, kalopun ingin menggunakan angkot, sistemnya carter dengan biaya per orang Rp. 40.000. Sempat juga ditawarin taksi Rp.175.000 tapi saya menolak karena tarif normalnya Rp. 100.000 untuk sampai ke Kuta. Karena saya menolak, ada sopir taksi yang nyeletuk ngomong ''buka aja jilbabnya, biar dia dengar''. Ingin rasanya saya menonjok wajah orang itu, tapi untuk apa ngeladeni orang kayak gitu. Anggap aja orang gila. Kami berjalan cepat menjauhi sopir gila itu dan akhirnya menemukan ojek yang menawarkan dengan harga Rp. 40.000 per orang sampai Losmen Arthawan, Kuta. Beruntung saya memilih ojek, karena lalu lintas Kuta sangat macet. Pukul 22.00 saya check in di Losmen Arthawan dengan biaya menginap Rp. 100.000/malam untuk 2 orang.
Ahh lega rasanya bisa sampai di sini dengan selamat, meskipun banyak kejadian tak mengenakkan..
Biaya Transportasi Bangil-Kuta
1. Kereta Api Probowangi Rp. 60.000
2. Tiket ferry Rp. 6.000
3. Bus (Gilimanuk-Terminal Ubung) Rp. 40.000
4. Ojek (Terminal Ubung-Losmen Arthawan) Rp. 40.000
Jumlah Rp 146.000
-----bersambung ke part 2-----
Sabtu, 29 Maret 2014
Lagi-lagi ketemu yang kayak gini -_-
ini nih, penampakan gubernur BEM FE 2014, biasa ku panggil gubernur gendut dan kenyataannya dia adalah partner kerjaku sekarang..
begitu merepotkan, cerewet, punya banyak alasan dan alibi ini itu, ngeselin, jengkelin tapi di sisi lain juga bertanggung jawab diantara amanah yang bejibun dalam dirinya.
Cowok yang selalu membuat aku sering tak bernapas karena didesak dan dibuat terburu-buru, PHP tingkat tinggi, selalu menyelipkan kata-kata "semangat yos" kalo dia udah mulai minta bantu tapi juga bisa membuatku tertawa dan merasa nyaman.
ini ucapan ultah dari dia -_-
eitsss,, dulu kamu memang pernah menjadi sosok potensial yang bisa aku suka, tapi sekarang nggak yaaa.. Sama sekali enggak.
Karena kamu tak lagi berarti, ehh hanya berarti saat kepengurusan BEM ini sihh.. hahaha
Well,, semoga ke depan semuanya berjalan lancar.. apapun itu.. hubungan kita, kepengurusan, program kerja yang telah disusun.. aminn ^^
Untukmu, Muhammad Reza Pahlawan
Dari : Yoshita Elsyanti
Partner kerjamu..
Kamis, 27 Maret 2014
Penyemangatku~~~~
haaa... di tumblr udah di publish. dan sekarang giliran di blog..
gak tau gimana harus mengekspresikan salah satu kebahagiaan ini.
aku tau ini hanya hal sepele, hal kecil yang mungkin biasa bagi beberapa orang. namun ini merupakan hal yang spesial bagiku. yah, bagaimanapun, hal yang dilakukan oleh orang yang kita kagumi terhadap kita, pasti akan terasa sangat berarti bagi kita.
Aku gak peduli, bagaimana perasaan dia ketika kami saling ber-chat ini. Entah biasa saja atau bagaimana, aku tak peduli. Aku juga tak peduli jika ini mungkin juga dilakukan kepada wanita lain.
yang jelas, hari ini, aku sangat bahagia. TITIK..
Thanks Sayuti.. :)
Semoga ke depan hubungan kita menjadi lebih baik..
Rabu, 12 Maret 2014
illfeel karena terlalu berharap???
Hari itu..
perasaan itu jadi seketika musnah.. Entah kenapa??
atau aku yang terlalu cepat melupakan.. atau memang aku yang sangat illfeel terhadapnya.
hai tuan Bulat..
Interaksi kita sekarang hanya karena kita pasangan satu kepentingan. Aku tak akan menyukaimu lagi. Atau berkorban untukmu. Aku terlalu kecewa, yahh sangat kecewa..
Tuan Bulat..
Aku tak lagi berdebar-debar ketika dekat denganmu..
dan kamu juga tak lagi menjadi topik yang menarik dibahas bersama sahabatku..
Bagiku, chatting pun juga tak seseru dulu,, biasa saja.. hanya biasa saja..
Perasaanku semakin jauh dan jauh kepadamu..
Tak ada perasaan sayang, kecewa, sakit hati kepadamu lagi..
dan tak lagi mencintaimu dalam diam
Senin, 10 Februari 2014
bulat-ku
Hai bulat..
yah, aku menamaimu bulat, karena memang posturmu yang kurang tinggi dan gendut. Kau selalu berbalik mengejekku jika ku bilang kau gendut. Kita memang sama sama gendut.
Akhir akhir ini aku sering berkicau tentangmu di twitter, dan selalu menyebutkan kata "bulat". Aku tau kamu juga punya twitter, tapi aku tak yakin kamu memperhatikan semua tweetanku. Toh kalau kau memperhatikan, kau juga tak akan merasa, kau takkan peka.
Bulat, kau tentu tak merasakan apa yang aku rasakan. Kau takkan punya rindu seperti aku yang diam-diam merindukanmu. Kau takkan punya rasa bahagia dalam hati, seperti aku yang selalu bahagia, yang selalu tertawa di depanmu. Dan kau takkan punya rasa cemburu seperti yang aku rasakan jika kau dekat dengan wanita wanita sholehah itu.
Kalau ngomongin wanita sholehah itu, aku selalu minder. Karena aku tak sebaik mereka, aku tak sekalem mereka. Aku yah seperti ini, dengan segala kelemahan dan kelebihanku.
Bulat, kau selalu buatku nyaman jika berada di dekatmu. Kau selalu buatku melupakan segala kegalauanku. Dan kau juga selalu buatku kesal meski akhirnya aku bahagia. Itulah kau bulat.
Aku menyembunyikan segala perasaanku ini, segala kerinduanku dan segala sesuatu yang bergejolak di hati. Semata-mata, agar hubungan kita tetap baik seperti ini. Tak terusik dengan rasaku yang sepihak kepadamu.
Bulat, akankah suatu hari aku dan kamu akan menjadi KITA??
atau hanya akan berakhir dengan aku dan kamu saja. Tak ada KITA..
Entahlahh
Sabtu, 01 Februari 2014
Welcome Februari, My Month ^_^
Akhirnyaaa,, masuk pada bulan Februari. Bulan kesukaan, bulan kelahiran. Semoga semua yang indah-indah terjadi, senyum lebih terkembang di bulan ini dan Allah menghapus segala kegalauanku. Aminn
Segala doa-doa dan harapan yang baik dipanjatkan dan berharap Allah mengabulkan dan memberikan yang terbaik. Aminn
Langganan:
Postingan (Atom)










