Rabu, 30 Maret 2016

Backpacker to Bali (25 Maret 2016) Part 1

Holaaaa...
Assalamualaikum..
Ternyata udahh lama sekali nggak nulis di blog karena keasyikan nulis di si beranda biru.

Entah ini udah ngetrip ke berapa selama saya hidup, tapi untuk yang kali ini beda banget. Beda dari yang sebelumnya.

Sekitar bulan Januari, si adik tingkat yang notabene nya tinggal di Jambi, akhirnya merampungkan kuliah dan meneruskan S2 di Solo. Dia pingin banget ke Bali. Alhasil, dia ngajak saya karena posisi saya yang berada di Jawa Timur. Semuanya diserahkan ke saya. Dan saya jadi pusing sendiri. Banyak browsing-browsing, masuk masuk ke blog nya backpacker, membuat anggaran biaya dan menyusun itinerary selama di Bali.
Singkatnya, 1 minggu sebelum berangkat, saya pesan tiket kereta api di stasiun Bangil-Pasuruan. Saya pesan tiket kereta api Probowangi jurusan Bangil-Banyuwangibaru seharga Rp. 60.000.
Tanggal 25 Maret 2016 pukul 04.30 saya sudah standby di stasiun Bangil, karena jadwal kereta berangkat 05.31. Akhirnya pukul 05.30 kereta api pun berangkat. Selama perjalanan, kereta Probowangi melewati belasan stasiun sampai akhirnya tiba di pemberhentian terakhir yaitu stasiun Banyuwangibaru pukul 11.40. Saya dan Betha (teman saya) beristirahat di mushola stasiun sembari sholat dhuhur dan menjamak sholat ashar. Setelah sholat, saya makan siang di depan pelabuhan Ketapang. Jarak antara stasiun dan pelabuhan Ketapang sangat dekat. Setelah itu, kami memasuki pelabuhan dan membayar tiket Rp.6.000. Setelah menunggu 15 menit, akhirnya kami masuk ke kapal dan berlayar sekitar kurang lebih 1 jam.
Turun dari kapal, banyak sekali calo calo yang menawarkan jasa bus untuk ke Denpasar. Saya memilih bus kecil jurusan terminal Ubung dengan tarif Rp.40.000. Tapi ternyata busnya baru berangkat 2 jam kemudian. Suasana yang panas membuat kami merasa kesal dan dongkol. Pukul 17.00 Wita, busnya berangkat menuju Ubung. Sampai di Ubung pukul 21.00 Wita. Suasana terminal gelap dan banyak tawaran dari ojek, angkot dan taksi. Jam segitu, angkot biasa tidak lagi beroperasi, kalopun ingin menggunakan angkot, sistemnya carter dengan biaya per orang Rp. 40.000. Sempat juga ditawarin taksi Rp.175.000 tapi saya menolak karena tarif normalnya Rp. 100.000 untuk sampai ke Kuta. Karena saya menolak, ada sopir taksi yang nyeletuk ngomong ''buka aja jilbabnya, biar dia dengar''. Ingin rasanya saya menonjok wajah orang itu, tapi untuk apa ngeladeni orang kayak gitu. Anggap aja orang gila. Kami berjalan cepat menjauhi sopir gila itu dan akhirnya menemukan ojek yang menawarkan dengan harga Rp. 40.000 per orang sampai Losmen Arthawan, Kuta. Beruntung saya memilih ojek, karena lalu lintas Kuta sangat macet. Pukul 22.00 saya check in di Losmen Arthawan dengan biaya menginap Rp. 100.000/malam untuk 2 orang.
Ahh lega rasanya bisa sampai di sini dengan selamat, meskipun banyak kejadian tak mengenakkan..


Biaya Transportasi Bangil-Kuta
1. Kereta Api Probowangi Rp. 60.000
2. Tiket ferry Rp. 6.000
3. Bus (Gilimanuk-Terminal Ubung) Rp. 40.000
4. Ojek (Terminal Ubung-Losmen Arthawan) Rp. 40.000
Jumlah Rp 146.000


-----bersambung ke part 2-----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar