Semenjak hari itu, kita tak pernah bertegur sapa. Ohh, hanya sekali, waktu itu, di depan perpustakaan. Tapi bukan hanya kita berdua, kita bertemu di tengah teman-teman. Dan setelah itu, tak ada lagi interaksi di antara kita. Tak ada pesan singkat, tak ada pertemuan. Bahkan, jalan yang kita lewati tak pernah berpapasan. Padahal, ada sedikit kesengajaan yang aku buat agar bisa bertemu denganmu, dan hasilnya nihil.
Kemarin, aku hanya bermaksud untuk mencairkan suasana di antara kita. Ya, agar hubungan kita baik lagi. Bagaimanapun, kita pernah punya cerita kan. Tapi itu semua tak berhasil. Jawaban ketus yang aku terima. Dan memang benar, aku tak tahu apa-apa. Kamu masih saja tak bisa di tebak.
Setelah kejadian itu, aku benci denganmu?? Aku dendam denganmu?? Entahlah.. Yang jelas, air mataku tak tertahankan untuk membasahi pipi. Bahkan sebuah catatan kecil yang pernah kamu tuliskan itu aku hanguskan. Benar-benar diliputi kekecewaan. Sangat kecewa.
Aku memang pernah meninggalkan seseorang tanpa pesan dan sekarang aku menikmati rasanya. Sungguh sangat sakit. Apakah ini karma??
Sampai detik ini, aku masih berharap bisa bertemu dengamu. Masih berharap jalan kita bisa berpapasan. Masih berharap hubungan kita kembali baik seperti dulu.
Aku tak meminta hubungan spesial diantara kita. Dari dulu aku tak pernah menuntutmu bukan. Aku hanya ingin kita berteman, bersahabat. Hanya itu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar