Hai Mr.A..
Bagaimana kabarmu sekarang??
Sudah lebih dari 6 tahun kita tak berjumpa. Dan aku dengar kini kau sudah
mengucapkan ijab qabul pada seorang wanita yang aku yakin mampu senantiasa
berada di sisimu. Selamat yaa.. Semoga
menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warohmah. Dan kamu tetap akan jadi cinta
pertama dan masa lalu yang indah buatku.
Mr.A,, jujur saja sampai sekarang
perasaanmu saat itu masih menjadi teka-teki yang tak aku temukan jawabnya.
Layaknya seperti puzzle, aku merangkai-rangkai segala bentuk tingkah lakumu,
bentuk perhatianmu padaku, tapi ujung-ujungnya rangkaian itu tak lengkap. Dan
puzzle itu sampai sekarang masih berantakan. Belum tersusun seperti yang aku
inginkan.
Aku masih ingat, bagaimana aku
berusaha agar tetap terlihat di matamu di manapun kamu berada. Mulai dari saat
di kelas hingga dalam kegiatan ekskul kita. Mengikuti semua ekskul yang kamu
ikuti itulah salah satu cara agar aku bisa terus bersamamu. Senyum yang tulus
itu. Gaya bicaramu yang selalu bersamaan dengan senyum yang terkembang. Ahhh,,
tak pernah bisa aku lupakan.
Mungkin saat itu kita masih dini.
Masih ingusan. Hingga tak tahu dan tak mampu mengartikan apa yang sedang
bergejolak di hati masing-masing. Itu cinta monyet. Tapi aku protes dan tak
mau menyebutnya cinta monyet. Bagaimana
mungkin itu cinta monyet jika hingga 4 tahun perasaan ini masih ada buatmu. Dan
karena jarak, perasaan ini berhenti. Aku lebih suka menyebutnya cinta pertama.
Karena kamu memang cinta pertamaku. Ada ruang khusus yang tak bisa aku berikan
pada siapapun dan itu terkhusus untukmu.
Wanita itu,, yang kini jadi pendampingmu sekarang, ternyata tahu tentangku. Apa mungkin kamu yang bercerita?? Yang jelas
aku sangat iri dengannya. Bisa memilikimu seutuhnya. Dan saat aku dengar kabar itu, entah
bagaimana hatiku ini. Antara senang ataupun sedih. Yaah,, kamu telah menemukan
jodohmu. Kamu telah bertemu dengan pelengkap tulang rusukmu.
Sementara aku?? Aku disini masih
baik-baik saja dengan kesendirianku. Aku disini masih baik-baik saja dengan
kehampaan hatiku. Aku masih belum tau kepada siapa sebenarnya aku harus membuka
lebar dan mempersilahkan untuk masuk di hatiku.
Mr. A,, saat ini aku masih saja
mencari. Setelah lepas darimu, aku telah melewati banyak scenario cinta dari
Tuhan. Dengan segala macam rasa. Dengan sejuta cerita. Dan dengan berbagai
ending dari tiap cerita itu. Dan lagi-lagi kembali aku masih sendiri. Dan
lagi-lagi hatiku masih kosong.
Ahhh.. sudahlah.. aku tak
bersedih kok. Bulir air mataku juga tak ku biarkan membasahi pipi lagi. Aku
anak SMP ingusan sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang tegar mengikuti
scenario cinta Tuhan.
Mr.A.. terima kasih atas
segalanya. Semua rasa itu. Semua air mata itu. Dan semua senyum itu. Kini kau
dan aku sudah benar-benar berada dalam ruangan masing-masing dengan batas yang
tinggi.
Selamat yaa Mr. A
Tidak ada komentar:
Posting Komentar