Selasa, 05 November 2013

F I R S T L O V E

Hai Mr.A..
Bagaimana kabarmu sekarang?? Sudah lebih dari 6 tahun kita tak berjumpa. Dan aku dengar kini kau sudah mengucapkan ijab qabul pada seorang wanita yang aku yakin mampu senantiasa berada di sisimu.  Selamat yaa.. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warohmah. Dan kamu tetap akan jadi cinta pertama dan masa lalu yang indah buatku.
Mr.A,, jujur saja sampai sekarang perasaanmu saat itu masih menjadi teka-teki yang tak aku temukan jawabnya. Layaknya seperti puzzle, aku merangkai-rangkai segala bentuk tingkah lakumu, bentuk perhatianmu padaku, tapi ujung-ujungnya rangkaian itu tak lengkap. Dan puzzle itu sampai sekarang masih berantakan. Belum tersusun seperti yang aku inginkan.
Aku masih ingat, bagaimana aku berusaha agar tetap terlihat di matamu di manapun kamu berada. Mulai dari saat di kelas hingga dalam kegiatan ekskul kita. Mengikuti semua ekskul yang kamu ikuti itulah salah satu cara agar aku bisa terus bersamamu. Senyum yang tulus itu. Gaya bicaramu yang selalu bersamaan dengan senyum yang terkembang. Ahhh,, tak pernah bisa aku lupakan.
Mungkin saat itu kita masih dini. Masih ingusan. Hingga tak tahu dan tak mampu mengartikan apa yang sedang bergejolak di hati masing-masing. Itu cinta monyet. Tapi aku protes dan tak mau menyebutnya cinta monyet.  Bagaimana mungkin itu cinta monyet jika hingga 4 tahun perasaan ini masih ada buatmu. Dan karena jarak, perasaan ini berhenti. Aku lebih suka menyebutnya cinta pertama. Karena kamu memang cinta pertamaku. Ada ruang khusus yang tak bisa aku berikan pada siapapun dan itu terkhusus untukmu.
Wanita itu,, yang kini jadi pendampingmu sekarang, ternyata tahu tentangku. Apa mungkin kamu yang bercerita?? Yang jelas aku sangat iri dengannya. Bisa memilikimu seutuhnya.  Dan saat aku dengar kabar itu, entah bagaimana hatiku ini. Antara senang ataupun sedih. Yaah,, kamu telah menemukan jodohmu. Kamu telah bertemu dengan pelengkap tulang rusukmu.
Sementara aku?? Aku disini masih baik-baik saja dengan kesendirianku. Aku disini masih baik-baik saja dengan kehampaan hatiku. Aku masih belum tau kepada siapa sebenarnya aku harus membuka lebar dan mempersilahkan untuk masuk di hatiku.
Mr. A,, saat ini aku masih saja mencari. Setelah lepas darimu, aku telah melewati banyak scenario cinta dari Tuhan. Dengan segala macam rasa. Dengan sejuta cerita. Dan dengan berbagai ending dari tiap cerita itu. Dan lagi-lagi kembali aku masih sendiri. Dan lagi-lagi hatiku masih kosong.
Ahhh.. sudahlah.. aku tak bersedih kok. Bulir air mataku juga tak ku biarkan membasahi pipi lagi. Aku anak SMP ingusan sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang tegar mengikuti scenario cinta Tuhan.
Mr.A.. terima kasih atas segalanya. Semua rasa itu. Semua air mata itu. Dan semua senyum itu. Kini kau dan aku sudah benar-benar berada dalam ruangan masing-masing dengan batas yang tinggi. 

Selamat yaa Mr. A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar