Kadang, 24 jam itu tak
cukup bagiku. Apa karena aku yang tak bisa membagi waktu, atau karena saking
padat merayapnya kegiatanku. Entahlah. Tapi yang jelas, diantara sela-sela 24
jam itu, pikiran tentangmu kadang menyelinap masuk. Ahh,, ternyata kesibukanku
tak membuat aku benar-benar lupa denganmu. Aku selalu ingin tahu sedang
dimanakah dirimu, sedang apa dirimu, keadaanmu baik-baik sajakah. Pertanyaan
itu tak bakal terjawab jika aku tak mengirim pesan singkat atau tak meneleponmu.
Seperti yang aku lakukan hari ini. Rasa penasaran ataukah rasa rindu?? Dan
karena itu aku berani melawan ketakutanku.
Dan kamu, ternyata juga
sibuk. Mungkin tak sepantutnya aku tau kesibukanmu tentang apa, karena yaa,
kita tak terikat hubungan special apapun. Tapi, inilah bedanya aku dan kamu.
Aku yang masih sempat mengirim pesan singkat di tengah kesibukanku, tetapi kamu??
Mungkin aku sama sekali tak terlintas di pikiranmu.
Ahh,, kenapa aku
berharap lebih denganmu?? Kamu bukan siapa-siapa bagiku. Kamu memang punya
arti, sedangkan aku, hanya sahabat atau mungkin teman yang menyukaimu.
Pernah aku teringat
suatu kejadian, ketika kamu marah karena seharian aku tak memberimu kabar kala
itu, tapi ketika kamu yang tak memberi kabar, aku tak berani berbuat apa-apa.
Bukan, bukan aku gengsi. Tapi lebih kepada upaya untuk menjaga hati agar tak
terluka.
Mungkin hanya bibir ini
yang bisa terucap bahwa aku akan move on darimu, tapi hatiku tak senada dengan
ucapanku. Dan aku membenarkan kata-katamu saat itu. Bahwa aku tak akan bisa
move on darimu.
Ketika rasa rindu tak
menemukan muaranya,
Kemanakah aku harus
pergi untuk mencari muara itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar