Selamat pagi Cinta..
Selamat Pagi Sayang..
Panggilan itu hanya berhenti di layar ini, tak punya nyali besar untuk mengucapkan langsung padamu. Meskipun kamu selalu menyuruhku untuk memanggilmu dengan sebutan "sayang". Ketika aku menolaknya, kamu selalu bilang bahwa aku tak peka. Tak peka atas perasaan orang lain. Ahh,, kamu tau apa sayangku. Kamu tak pernah tau bagaimana gejolak hatiku sesungguhnya. Dan kamu tak pernah tau bagaimana rasa kecewa yang kau torehkan saat aku lagi sayang-sayangnya kepadamu. Aku bukan pendendam, tapi peristiwa itu masih saja berbekas.
Aku sayang kamu, benar-benar sayang kamu. Rasa sayang inilah yang membuatku berani untuk pergi ke rumahmu kala itu seorang diri. Rasa sayang inilah yang membuatku ingin selalu bisa membantumu. Tapi, rasa sayang ini tak cukup membuatku berani untuk meletakkan harapan (lagi) buatmu.
Sayang, percakapan malam hari kita yang banyak terselip kata-kata sayang ataupun semacam harapan ke depan itu hanya gurauan atau memang dari hatimu?? Terlalu takut untuk mnyimpulkannya sendiri sayang.
Siapa yang tak mau bersama-sama denganmu dalam masa depanku??
Siapa yang tak mau menjadi pelengkap tulang rusukmu??
Siapa yang tak mau menjadikanmu ayah dari anak-anakku??
dan, tanpa sepengetahuanmu, namamu selalu terselip dalam setiap lima waktuku. Memohon kepada-Nya untuk menjadikanmu yang terbaik bagiku.
Dan, aku harus bisa masak, seperti yang selalu kamu utarakan kepadaku setiap hari.
yakinkah dengan apa yang kau tuliskan sayang????
BalasHapussejauh ini sih iya.. dengan penuh ketakutan..
BalasHapus